Pembagian BLT di Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang

Pemerintah Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi melaksanakan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT- Dana Desa) tahun 2020. Senin (08/06/20)

Kepala Desa Sukarahayu bersama Perangkat Desa didampingi BPD, BABINSA, BHABINKAMTIBMAS dan Pendamping Desa melaksanakan penyaluran BLT-Dana Desa di Balai Desa Sukarahayu dimulai pukul 08.30 WIB s/d 11.00 WIB dengan sasaran sebanyak 170 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berasal dari 17 RT di Desa Sukarahayu.

BLT-Dana Desa diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah memenuhi kriteria penerima BLT-Dana Desa yang sebelumnya telah disepakati dalam forum Musyawarah Desa Khusus. Besaran BLT-Dana Desa sebesar Rp. 600.000,- setiap bulan dan disalurkan selama 3 bulan.

Dalam sambutan Kepala Desa Sukarahayu,Maryadi susanto menegaskan kembali bahwa sasaran BLT Dana Desa adalah warga miskin yang terdampak COVID-19 dan yang penting lagi belum mendapat bantuan apapun seperti PKH, BPNT, BST, JPS dan segala bentuk bantuan lainnya. Di akhir sambutannya, Kepala Desa Sukarahayu Maryadi suasnto berpesan kepada warga untuk mempergunakan bantuan ini untuk membeli kebutuhan pokok serta kebutuhan sehari hari lainnya.

Selama proses penyaluran BLT Dana Desa, warga tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker serta menjaga jarak.

Mabok oplosan 2 orang tewas di Desa Sukamakmur Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Mabok Oplosan 2 orang tewas di Desa Sukamakmur Polisi Tetapkan 4 Tersangka

(BEKASI)– Polsek Sukatani menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus pesta miras oplosan maut yang terjadi di Kampung Puloasem, RT 002/03, Desa Sukamamur, Kecamatan Sukakarya, Minggu (8/3/2020) malam.

Keempat tersangka yang ditetapkan adalah Da (penyandang dana untuk membeli miras). Da tak lain adalah mempelai pria pada pesta pernikahan itu.

Selanjutnya, Yu (penjual miras oplisan), Wa dan As (masing-masing sebagai pengoplos miras yang mereka beli dari Yu).

Kasubbag Polres Metro Bekasi Kompol Sunardi menjelaskan korban meninggal adalah Jayaludin (39) dan Agus Salim (24). Kedua korban meninggal pada Senin (9/3). Jayaludin dimakamkan di TPU H. Ebos, Sukakarya; dan Agus di TPU Kampung Gandok, Sukakarya.

Selain itu, ada 10 orang lainnya yang mendapat perawatan akibat menenggak miras itu.

“Awal mulanya tersangka Da memberikan uang Rp1,7 juta rupiah kepada Wa. Wa memesan 100 botol miras kepada Yu. Kemudian Yu mengoplos miras itu,” kata dia.

Bahan yang dipakai untuk mengoplos antara lain alkohol 60 persen dan air isi ulang. Setelah selesai mengoplos, miras itu dimasukkan ke botol bermerek Mansion.

“Kemudian diserahkan kepada Wa dan dibawa ke Kampung Gandok, Sukamakmur. Wa dibantu As mengoplos kembali miras itu dan dicampurkan dengan minuman berenergi. Setelah selesai, mereka memasukkan lagi ke botol dan kantong plastik untuk diminum di pesta pernikahan saudara Da,” katanya.

Polisi menangkap Yu, penjual miras, pada Selasa (10/3) malam di kediamannya, Perumahan Villa Kencana Cikarang, Kecamatan Sukakarya.

“Kemudian kita lanjut menggeledah gudang tempat mengoplos miras di Kampung Pule, RT 001/01, Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia. Tersangka dan barang bukti kita bawa ke Mapolsek Sukatani,” katanya.

Di TKP polisi mengambil sejumlah barang bukti yakni 3 botol miras, 2 tutup botol miras, kain bekas lap muntahan korban, dan lainnya.

“Di gudang Yu kita sita ember besar, galon kosong, gayung, plastik dan 7 kardus berisi 168 botol kosong bekas dan miras merek Intisari,” katanya.(A.riri).

Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi salurkan bantuan korban banjir di Kabupaten Bekasi

Pemuda Pancasila salurkan bantuan ditiga Kecamatan di Kabupaten Bekasi
MPC Pemuda Pancasila Kab Bekasi Beserta Lembaga Komando Inti Mahatidana, Srikandi Bp3 serta PAC sekabupaten Bekasi menyalurkan bantuan untuk korban Banjir ditiga titik di Kabupaten Bekasi
Kabupaten Bekasi – Bantuan berupa pakaian, Mie instant & keperluan lainnya disalurkan di Tiga titik di Kabupaten Bekasi diantaranya Kecamatan Muara Gembong,Kecamatan Cabang Bungin & Kecamatan Pebayuran,
Sabtu 29/02/20
“Smoga bantuan yang kami berikan bermanfaat untuk para Korban Banjir” Ungkap Sekertaris MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi Iwan setiawan.
Bantuan dikoordinir oleh masing-masing ketua PAC Pemuda Pancasila beserta anggota Ranting ditiga Kecamatan tersebut.
Senada dengan Sekretaris MPC,
Ketua Srikandi Miftah mengungkapkan “Smoga bantuan yang kami berikan bermanfaat bagi korban korban banjir”.
Ungkapan Terimakasih juga disampaikan dari Para Korban banjir,oleh warga serta aparat Desa yang ikut hadir dikegiatan sosial yang diadakan oleh Ormas Pemuda Pancasila.
“Kami anggota Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi akan selalu siap membantu saudara saudara kami yang mengalami musibah banjir yang belakangan ini menjadi sorotan”.
Ungkap Hasan Basri AgieL ketua Komando Inti Mahatidana Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi

Ketua Dewan Pers dan Ketua Umum PWI Akan Hadir Sebagai Tamu Kehormatan HPN Bekasi Raya

Ketua Dewan Pers dan Ketua Umum PWI Akan Hadir Sebagai Tamu Kehormatan HPN Bekasi Raya

BANJARMASIN – Ketua Dewan Pers periode 2019-2022 H. Mohammad Nuh menyambut positif rencana perhelatan Hari Pers Nasional ke- 74 tahun 2020 tingkat Bekasi Raya. Dirinya mengapresiasi kepanitiaan HPN yang terbentuk atas inisiatif, kekompakan dan kerjasama sebanyak 12 organisasi pers yang ada di wilayah Bekasi Raya.

“Hari baik dan tanggal yang baik dan waktunya pun sangat tepat, Insya Allah jika tidak ada halangan saya datang ke Bekasi,” ungkapnya saat ditemui ketua Panitia HPN Bekasi Raya, Doni Ardon di gedung Mahligai Nusantara, Banjarmasin Minggu (09/02/2020).

Di tempat yang sama, Ketua umum PWI, Atal S. Depari menyampaikan hal yang sama dan mengapresiasi perhelatan HPN yang rencananya diselenggarakan di Gedung Theater Graha Pariwisata Kabupaten Bekasi, Jumat (14/02/2020) mendatang.

“Saya minta Ketua Dewan Pers juga diundang dan Ketua PWI Jawa Barat harus hadir,” ucapnya.

Rencananya, kedua tokoh pers tersebut hadir sebagai tamu kehormatan pada puncak perayaan HPN Bekasi Raya.

Secara terpisah, Sekretaris PWI Provinsi Jawa Barat, H. Wawan megatakan gaung HPN di Bekasi Raya sudah booming di medsos dan WhatsApp Group PWI.

“Gaungnya kenceng di grup oleh ketua PWI Bekasi Raya, Melody Sinaga”.

“Insya Allah saya akan mengatur jadwal Ketua PWI Jawa Barat dan jika beliau sibuk saya yang akan menghadirinya,” terang H. Maman.

Berdasarkan pantauan, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 dibuka lebih awal sehari sebelumnya oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (8/1/2020).

Dalam sambutannya, Jokowi lebih banyak menyinggung keseriusan pemerintah untuk percepatan pemindahan ibukota.

Menurutnya, konsep pembangunan ibu kota sudah dirancang untuk memenuhi semua kriteria yang diperlukan. Termasuk memperhatikan aspek lingkungan.

“Kita akan menerapkan gaya kota abad 21 yang rendah karbon, yang peduli pada lingkungan, sangat hijau, green city, smart city,” ujar Jokowi. (***)

Warga Desa Sukaraya Keluhkan Banjir yang menggenangi Jalan

Genangan air di jalan Kp Sukamantri Desa Sukaraya salah satunya GANG sayum dan gang dewantara blok kacang desa sukaraya dikeluhkan warga sekitar dan para pengguna jalan.

Jalan tersebut dimusim hujan mnjadi genangan air yang surutnya terlalu lama,Setelah ditelusuri penyebabnya yaitu jalan terlalu rendah dan saluran air Got/drainase terlalu kecil tidak mengalir

Saat kami mewancarai warga di Kp Sukamantri Desa sukaraya kecamatan Karang bahagia yang terdampak banjir sangat berharap kepada Pemerintah terutama Aparat Desa beserta Warga sekiran Jalan tersebut bergerak bersama memperbaiki Drainase Jalan gang sayum hingga Dewantara

Presiden Jokowi Membuka HPN ke- 74 di BanjarmasinBANJARMASIN

Presiden Jokowi Membuka HPN ke- 74 di BanjarmasinBANJARMASIN

– Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Jokowi bersama para pejabat negara tiba pukul 09.15 Wita di Kompleks Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Aneka Tambang, Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2/2020).Tampak mendampingi Presiden, yakni Gubernur Kalimantan Selatan Sabhirin Noor, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua Dewan Pers M Nuh dan Ketua Umum PWI Atal S Depari, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy.Selain itu, ada juga Menkum HAM Yasonna Laoly, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar, Staff Khusus Milenial Presiden Putri Tanjung, Aminuddin Ma’ruf, Andi Taufan Garuda Putra, Gracia Billy Mambrasadar. Ada juga pejabat daerah seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Tanggerang Selatan Airin Rachmi Diany.Kehadiran Presiden Jokowi pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kalimantan Selatan dimajukan satu hari dari sebelumnya Minggu (9/2/2020) menjadi Sabtu (8/2/2020) karena Jokowi harus terbang ke Canberra.”Setiap HPN saya usahakan bisa hadir. Karena itu meski saya seharusnya sudah berangkat ke Canberra, tai saya sempat-sempatkan untuk hadir di sini. Saya belok ke sini dulu,” ujar Jokowi dlam sambutannya.Presiden mengatakan bahwa insan pers adalah teman kesehariannya. “Kemanapun saya pergi, yang ikut pasti para wartawan, menteri malah kadang ga ikut,” kata Jokowi yang disambut tepuk tangan hadirin.Terkadang, lanjut Presiden, saat menghadapi wartawan, dirinya mengaku sering gugup. “Jujur saya juga sering gugup menghadapi wartawan yang suka bertanya doorstop. Meski begitu berkat peran pers, kegiatan pembangunan dan informasi-informasi layanan umum bisa diketahui masyarakat,” ucapnya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo turut meresmikan hutan pers taman spesies endemik dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 di Kalimantan Selatan.*Agenda HPN tingkat Nasional dan Bekasi Raya*Rangkaian peringatan HPN 2020 secara nasional berlangsung sejak 7-9 Februari 2019 di Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sejumlah kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HPN 2020 diantaranya seminar inovasi pelayanan publik, pameran karya pers, serta Konvensi Nasional Media Massa.Peserta Hari Pers Nasional (HPN) terlihat sudah memadati Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan sejak Jumat (07/02/2020). Masing-masing organisasi wartawan mengutusdelegasinya dari berbagai daerah di tanah air guna menghadiri perayaan HPN tahun 2020.”Alhamdulillah hari ini saya tiba di Banjarmasin bersama Ketua PWI Bekasi Raya, bung Melody Sinaga dan sekretaris bung Ewwy serta 14 wartawan lainnya yang berasal dari Bekasi,” ucap Doni Ardon, Direktur Utama PT Mitra Informa Indonesia, selaku penerbit media online politika.co.id dan desawisata.co.id.Dirinya menghadiri HPN di Banjarmasin karena merasa terpanggil untuk berbaur bersama seluruh profesi pers se Indonesia.”Insya Allah kita juga sudah mempersiapkan perhelatan HPN di tingkat Bekasi Raya dengan serangkaian agenda yang hampir sama dilaksanakan tingkat nasional,” ucapnya.Agenda HPN dimaksud diantaranya berupa talkshow di TV Badar dan Radio Wibawa Mukti, sedekah pohon di Situ Cipalahlar Cibarusah, syukuran potong tumpeng, santunan anak yatim, membagikan nasi box ke anak jalanan, dll.Secara terpisah, Ketua PWI Bekasi Raya, Melody Sinaga mengatakan, sebanyak 16 wartawan dari Bekasi berangkat menuju Kalimantan Selatan sejak Sabtu (08/02/2020) dini hari. Masing-masing dintaranya pengurus PWI Bekasi Raya, perwakilan Humas Kabupaten Bekasi dan selebihnya berasal dari insan pers Bekasi Raya.Melody menjelaskan, seluruh rombangan dari Bekasi Raya akan bergabung dengan PWI Jawa Barat di Kota Banjarmasin.”Seluruh rombongan, baik PWI Bekasi Raya maupun PWI Jawa Barat direncanakan menginap selama tiga hari di Banjarmasin dan akan mengikuti seluruh rangkaian peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2020,” ucapnya.

Info DISDUKCAPIL Kota Bekasi.

Info DISDUKCAPIL Kota Bekasi.

Berdasarkan Intruksi Wali Kota Bekasi Nomor: 470/132/Disdukcapil tentang Distribusi dan Penatausahaan Blanko KTP-el di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi Serta Hasil Rapat Koordinasi Percepatan Cetak KTP El di Ditjen Dukcapil Kemendagri, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan Percepatan Pencetakan KTP-el dengan status Print_Ready_Record (PRR) dan Suket Tahun 2019 Sebanyak 106.168.

Disampaikan kepada warga Masyarakat pemilik Suket tahun 2019 agar menunggu distribusi KTP-el oleh Satgas Pamor Kelurahan mulai Bulan Febuari 2020 dan Tidak Terpengaruh oleh pihak-pihak yang menjanjikan percepatan kepemilikan KTP-el.

Unit Reskrim Polsek Sukatani Ungkap Kasus Pencurian di Perumahan Daerah Sukamanah Sukatani

Polsek Sukatani gelar konferensi pers mengungkap pencurian di perumahan Star Perdana Blok C desa sukamanah Kecamatan Sukatani Pada tgl 5 februari 2020 Sekitar Pukul 10.00 WIBDalam gelar perkara Kapolsek Sukatani AKP Makmur juga memaparkan bahwa Para Pelaku yang berinisial BS (35), SR (36),dan UM (37),dalam menjalankan aksinya bermodus dengan ketok pintu, apabila saat di ketok pintunya ada yang menyambut, maka mereka pura pura tanya alamat”.Ucapnya,Sabtu(08/02/2020).“Namun apabila tidak ada yang menjawab setelah di ketok pintunya, maka rumah tersebut menjadi targetnya.Ujarnya Kapolsek.Penangkapan pelaku pun di wilayah Sekitaran Sukatani, pelaku sempat melarikan diri ke daerah Bogor namun kembali lagi ke Daerah Sukatani, tak lama kemudian kita amankan pelaku.Terangnya.Salah satu diantara pelaku yang berinisial BS , Masih kata Kapolsek AKP Makmur “memang Residivis Polda Jawa Tengah dalam kasus elektronik,dan di ponis 1,5 (satu setengah) Tahun baru keluar kesini dan berbuat lagi.“Barang bukti yang diamankan satu buah Unit mobil Honda Mobilio (Mobil Rental) yang di pakai dalam menjalankan aksinya,barang elektronik Tv,Kipas Angin, Pompa Air, Kompor Gas, dan barang bukti lainnya,dan kasus ini masih dalam pengembangan Polsek Sukatani Polres Metro Bekasi.Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan Pasal 363 ayat 1 angka 4 dan 5, dengan ancaman 7 Tahun Penjara.

SD di Karawang Keluarkan Dua Siswanya Karena Diprotes Dugaan Pungli

SD di Karawang Keluarkan Dua Siswanya Gegara Diprotes Dugaan Pungli

7 Februari 2020

BEPAS, KARAWANG – Pendidikan memiliki peran penting dalam membangun karakter penerus bangsa. Karena, di dalam pendidikan banyak terdapat bekal pengetahuan maupun nilai dan moral.

Pendidikan akan berjalan dengan baik jika semua elemen seperti pemerintah, pengajar, maupun masyarakat melakukan sinergi dengan baik. Keberhasilan pemerintah dalam menerapkan sistem pendidikan tentunya juga turut mewarnai keberhasilan pendidikan di Kabupaten Karawang itu sendiri.

Akan tetapi sayang, lagi-lagi, bahkan bisa dipastikan setiap tahunnya, dunia pendidikan di Kabupaten Karawang tak pernah surut dengan maraknya dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah, baik dasar, menengah dan atas/kejuruan.

Tentunya ini menjadi satu dari sekian banyak potret buram dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Karawang.

Ironisnya bahkan, pungutan-pungutan tersebut menimbulkan peta konflik di antara orang tua siswa dengan guru ataupun pihak komite sekolah.

Betapa tidak, pungutan sebesar Rp30 ribu rupiah untuk pembayaran menebus rapot siswa/siswi oleh pihak sekolah, kenyataannya membuat sejumlah orang tua siswa ternyata merasa keberatan dengan pungutan tersebut.

Meski dalihnya, hal itu sudah didasari kesepakatan bersama seluruh orang tua atau wali siswa tanpa ada satu pun pihak yang berkeberatan.

Salah satunya adalah Sella (35 tahun), orang tua siswa yang kedua anaknya bersekolah di SDN Adiarsa Timur II, Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang.

Hanya karena tak terima dirinya (Sella) melaporkan adanya pungutan disekolah sebesar Rp30 ribu. Tanpa alasan yang jelas pihak sekolah secara sepihak mengancam akan memindahkan kedua anaknya dari sekolah tersebut.

Sella orangtua siswa mengaku bahwa dirinya baru menerima surat pemindahan kedua anaknya yaitu Zahira Ashilah Khairunnisa , kelas II dan Reishafy Nurul Asri, kelas IV dari pihak sekolah.

Padahal diungkapkan Sella, pengeluaran ataupun pemindahan siswa dari sekolah tidak bisa dilakukan jika tanpa adanya pengajuan dari orangtua siswa itu sendiri.

“Saya merasa aneh juga kenapa kedua anak saya dipaksa harus pindah dari sekolah ini, saya tidak membuat pengajuan pemindahan,” ungkapnya lemah, tak bisa menutupi kesedihannya sebagai seorang ibu.

Terbata-bata, Sella melanjutkan perkataannya, ia menduga alasan pihak sekolah mengeluarkan kedua anaknya yang duduk di bangku kelas II dan IV tersebut, karena sella mengadukan tindakan sekolah ke Saber Pungli.

Dan menurutnya, jelas bahwa pihak sekolah melakukan pungutan kepada siswa tanpa adanya musyawarah dengan orangtua siswa terlebih dahulu.

“Pungutan Rp30 ribu, kata wali kelas II peruntukannya Rp7 ribu untuk Kepsek pribadi yang Rp5 ribu katanya untuk biaya akreditasi sekolah, dan Rp18 ribu untuk guru dan biaya print. Dan gara-gara saya melaporkan, kenapa anak saya yang dipindahkan dari sekolah ini,” sesalnya, kepada tvberita, Jumat (7/2).

Sementara itu, Kepala SDN Adiarsa Timur II, Rukmini mengaku bahwa memang ada pungutan sebesar Rp30 ribu yang dilakukan sekolah.

Tak hanya itu, Ia juga membenarkan, jika dirinya sudah mengeluarkan surat pemindahan kedua siswanya dari sekolah yang dipimpinnya itu.

“Iya saya melakukan pungutan dan mengeluarkan surat pemindahan atas dasar permintaan dari orangtua siswa lain dan nama siswa tidak terdaftar di dapodik,” akunya beralasan.

Herannya, Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Karawang Timur, Udin yang hadir dalam kumpulan justru nampak membela keputusan pihak sekolah. Bukannya menjembatani antara orang tua siswa dengan pihak sekolah, ia seolah mendukung Kepala Sekolah mengeluarkan secara sepihak anak-anak yang tidak bersalah atau tidak tahu apa-apa itu.

Meski memang ia meminta kepada pihak sekolah untuk mengembalikan uang pungutan tersebut. Namun bagi dia masalah pemindahan (siswa) tersebut berdasarkan hasil permintaan pihak sekolah yang merupakan suara orangtua siswa.

“Surat pemindahan sudah diberikan ke orangtua siswa, pemindahan siswa juga berdasarkan dari permintaan banyak pihak,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Tim Saber Pungli Karawang, Mutiara yang hadir dalam acara kumpulan tersebut membela Sella (Orang Tua Siswa).

Ditegaskannya, bahwa tidak ada aturan memindahkan siswa berdasarkan hasil dari keputusan sekolah, apalagi tanpa adanya persetujuan atau pengajuan dari orangtua siswa yang bersangkutan.

“Ini jelas salah, jangan sampai anak atau siswa yang jadi korban. Masalah pungutan di sekolah juga salah karena melanggar aturan dan tidak berdasarkan musyawarah,” tandsanya.

Lugas ia menegaskan kembali, pihak sekolah jelas salah karena sudah mengeluarkan surat pemindahan siswa secara paksa. Masalah dapodik juga sudah ia periksa, hasilnya nama siswa tersebut juga terdaftar di dapodik.

“Ini sekolah sudah tidak bener, kacau saya kira, kepala sekolah juga tidak bener harus dimutasikan. Soal dapodik, ini mah akal- akalan sekolah saja benci sama orangtua siswa, anak yang di sekolah jadi korban,” tegasnya menyesalkan.

Sumber berita Pasundan (nna/kie)

Siswi SMA diperkosa di Cikarang Selatan

Pelaku TY (18) warga desa Cakakak, Kecamatan Banjarharyo, Kabupaten Brebes yang berdomisili di wilayah Sukaresmi Kecamatan Cikarang Selatan.Pelaku pemerkosa siswi sma di sebuah rumah kontrakan di Kp Leuwi Malang RT 05 RW 04 Desa Sukaresmi, Cikarang Selatan Terhadap korban GR (16), warga Telajung Kecamatan Cikarang Barat.”Kejadian pencabulannya terjadi pada 18 Desember 2019 lalu di rumah kontrakan,”Sumber 📸 tribunjakarta.com

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai