PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Tanam Bibit Pohon dan Tabur Benih Ikan di Kali Cikarang

BEKASI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi melakukan kegiatan penanaman bibit pohon dan pelepasan benih ikan mujaer, di Warung Bongkok, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, yang juga lokasi kawasan Hutan Bambu dan Kali Cikarang, pada Minggu (31/1/2021).

Mengambil tema Cinta Kali Cikarang Bersih, PDI Perjuangan dalam hari jadinya yang ke-48 kali ini menggandeng Komunitas Save Kali Cikarang, untuk melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon jenis buah, serta pelepasan benih ikan jenis mujair, dengan harapan mampu melestarikan kelangsungan ekosistem yang ada di kali Cikarang.”Secara garis besar, temanya yang di Kabupaten Bekasi Cinta Kali Cikarang Bersih, dengan penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, dihadapan awak media.

“Tentunya ini bukan hanya di hari perayaan HUT partai tetapi sebagai langkah terus kami dalam kepedulian terhadap lingkungan khususnya di Kali Cikarang ini,” tambah dia.Menurutnya, kegiatan tersebut dalam rangka rangkaian memperingati HUT PDI Perjuangan Ke-48 serta Hari Ulang Tahun Ketua Umum Megawati Sukarno Putri, mendapatkan Tiga Rekor Muri, yaitu Peserta HUTA Partai secara Daring, Penanaman Pohon dan Nasi Tumpeng.”Selain penanaman juga, nantinya kami akan terus melakukan pendampingan dalam pemeliharaannya, hingga pohon tersebut bisa dipastikan tumbuh dan menghasilkan bagi mereka yang bertanggung jawab terhadap pohon tersebut,” imbuhnya.

Disinggung keberadaan kali Cikarang yang telah terhimpit oleh kawasan industri, Ono menegaskan, semua perusahaan yang ada dalam kawasan industri yang berdekatan dengan kali Cikarang, selain melakukan produksi dan industrialisasi mereka punya tanggung jawab sosial serta tanggung jawab lingkungan.”Harus perhatikan juga terhadap lingkungan,” ucap Ono yang juga Anggota DPR RI, Komisi IV.Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman mengatakan, dalam rangka HUT PDI Perjuangan dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, dirinya ingin menjadikan Kabupaten Bekasi, semakin hijau dan asir, dengan mengadakan penghijauan. Terlebih lagi, hal ini juga untuk menunjukkan eksistensi partai yang hingga 48 tahun, masih bertahan sebagai salah satu partai politik yang solid. “Hari ini 10 januari 2021, partai kita, PDI Perjuangan berusia ke 48, dan di usia ini pasti bisa menunjukkan eksistensi organisasi politik di tanah air,” kata Soleman.

Dikatakan Soleman, bibit pohon langsung diberikan kepada pengurus PAC, ranting dan pengurus anak ranting, agar ditanam disetiap desa atau kampung. Selain itu, bibit pohon ada yang ditanam di bantaran sungai atau kali. “Tugas kita juga melakukan penghijauan di pinggir sungai sebagai penghijauan,” kata pria yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ini.Menurutnya, gerakan menanam ribuan pohon dan menaburkan puluhan ribu bibit ikan, memang harus terus dilakukan. Sebab manfaatnya dalam beberapa tahun kedepan, yang bisa di nikmati anak cucu.”Telebih melihat perkembangan global saat ini, yang membuat penghijauan ruang publik sedikit terabaikan,” ucap pria berkacamata ini. (red)

Media Dilarang Meliput Saat Penyuntikan Vaksin Di Puskesmas Cikarang

Buser Bhayangkara 74 – Kabupaten Bekasi . Panitia pelaksana vaksinasi Covid-19, yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, larang media untuk meliput, pemberian vaksin inovac ke sejumlah pejabat tinggi Forkopimda Kabupaten Bekasi diantaranya Eka Supria Atmaja (Bupati Bekasi-red), Dandim 0509/Kab.Bekasi, Kejari Kab.Bekasi, terkesan tertutup. Bertempat di UPT Puskesmas Cikarang, Kecematan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (28/1/2021).

Tak pelak kejadian tersebut membuat para media geram, dan sempat adu mulut di pintu masuk UPT Puskesmas Cikarang dengan pelaksana kegiatan.

Seperti yang diutarakan Eka dari Tvone, menurutnya, kegiatan suntik vaksin untuk pejabat tinggi Forkopimda Kabupaten Bekasi harus terbuka dan harus terekspos.

“Dalam liputan suntik vaksin inovac untuk Bupati Bekasi, Dandim 0509/Kab.Bekasi, dan Kapolres Metro Bekasi, serta Kepala Kejaksaan Negeri Cikarang Kab.Bekasi, seharusnya terekspos oleh media, baik cetak, online, radio, maupun elektronik, Presiden Joko Widodo aja saat disuntik vaksin di liput media, ini kok malah dilarang, “kesalnya.(Darto)

Jurnalis Bekasi Galang Dana Untuk Korban Gempa Mamuju Dan Majene

Kabupaten Bekasi – Gempa yang melanda wilayah Sulawisi khususnya di daerah mamaju dan Majene,hingga menimbulkan puluhan korban jiwa, membuka mata seluruh rakyat Indonesia, salah satunya jurnalis yang berada di wilayah kabupaten dan kota Bekasi.Dengan berkumpul di perempatan sentra grosir Cikarang yang berada di jalan raya Re Martadinata,jurnalis Bekasi yang tergabung dalam ikatan jurnalis televisi Indonesia(IJTI) Bekasi raya,melakukan penggalangan dana kepada para pengguna jalan yang melintas di tempat tersebut.

Dalam penggalangan dana tersebut,para pengguna jalan, juga di minta untuk memberikan doa kepada para korban gempa yang berada di sulawisi khususnya di wilayah mamaju dan Majene serta banjir di Kalimantan serta beberapa musibah lainnya di wilayah Indonesia.

ordinator penggalangan dana, Rahmat haikal majid, mengaku aksi yang di lakukan dengan melakukan penggalangan dana,sebagai bentuk rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga yang berada di sulawisi dan Kalimantan, yang memang saat ini sangat membutuhkan uluran dana atas musibah yang menimpa.”aksi yang kami lakukan sebagai bentuk rasa prihatin kami sebagai jurnalis Bekasi yang tergabung dalam ikatan jurnalis televisi Indonesia Bekasi raya,atas musibah yang menimpa warga yang berada di daerah sulasiwi dan Kalimantan” tutur Rahmat Haikal Majid atau lebih akrab di sapa Cang Tubis.

.”kami berharap apa yang kami lakukan para jurnalis Bekasi yang tergabung dalam ikatan jurnalis televisi Indonesia dapat di contoh masyarakat lainnya,agar dapat menyisihkan rezekinya untuk para korban gempa maupun banjir di sulawisi dan kalimanatan” lanjut Cang Tubis.Dalam penggalangan dana yang di lakukan jurnalis Bekasi yang tergabung dalam ikatan jurnalis televisi Indonesia bekasi raya, nantinya dana yang terkumpul akan segera di salurkan kepada para korban, dengan harapan bantuan yang terkumpul dapat bermanfaat untuk para korban di dua tempat tersebut.”insa Allah apa yang kami dapat dalam penggalangan dana yang kami lakukan,kami akan berkordinasi dengan kontributor atau wartawan yang bertugas di tempat musibah,dengan mengirimkan dana yang terkumpul dengan menyalurkannya melalui nomer rekening kontributor maupun wartawan yang bertugas di sana,agar nantinya dana yang kami berikan dapat langsung di salurkan kepada para korban gempa di tempat tersebut”pungkas Cang Tubis.

Jalan Rusak, Maryadi Susanto Bergerak Tanpa Nunggu Pemerintah Daerah

Kabupaten Bekasi – Meski sudah diajukan di Enam kali musrembang namun belum juga terealisasikan akses jalan Desa yang terputus, Jalan yang menghubungkan Sasak Goban Desa Sukarahayu kecamatan Tambelang Dengan Desa Sukadaya Kecamatan Sukawangi terputus diakibatkan meluapnya meluapnya sungai Kali Goban. Selasa (19/01/20)

Maryadi Susanto Kepala Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang menyayangkan atas lambannya penanganan Pemerintah Daerah, padahal jalan tersebut akses jalan antar Desa. “Meski sudah diajukan di Enam kali musrembang namun belum pernah keluar list pekerjaannya.”ungkap Kades Sukarahayu Maryadi Susanto.

Warga sekitar jalan tersebut merasa dirugikan atas terputusnya jalan tersebut, karena akses jalan yang sering dilalui oleh warga sekitar. ” Iya jalannya ancur, becek, pengendara motor banyak yang terpeleset melalui jalan ini. ” Ungkap warga.

Mendengar keluhan warga, Kepala Desa Sukarahayu Maryadi Susanto beserta jajaran pemerintahan Desa Sukarahayu berinisiatif menambal jalan yang menghubungkan Sasak Goban Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Dengan Desa Sukadaya Kecamatan Sukawangi dengan menggunakan batu kapur agar bisa dilalui masyarakat setempat. (fanck)

Warga Muara Gembong Digegerkan Penemuan Potongan Kaki, Diduga Korban Pesawat Sriwijaya

BEKASI – Seorang nelayan Pantai Muara Gembong Kabupaten Bekasi, menemukan potongan tubuh Manusia berupa telapak kaki, potongan kaki tersebut diduga merupakan salah satu korban Pesawat Sriwijaya SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Peristiwa penemuan potongan tubuh berupa kaki yang di duga merupakan salah satu korban pesawat Sriwijaya SJ 182 yang jatuh di perairan kepulauan seribu,pertama kali di temukan oleh Tabroni(50) seorang nelayan
yang hendak melihat tambaknya yang memang berada tepat di bibir pantai laut muara gembong,tepatnya di Kampung Muara mati RT. 004/005 Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi.

“awalnya saya hendak melihat tambak ikan saya,karena memang kondisi laut sedang pasang,saat melintas di lokasi, saya melihat benda mencurigakan,dan saat di dekati ternyata potongan kaki manusia” ujar Tabroni

“saya langsung melaporkan temuan potongan kaki tersebut ke pak RT Nurhasan, dan di lanjutkan dengan melapor ke Polsek muara gembong” lanjut Tabroni.

Petugas Polsek Muara Gembong yang mendapat laporan adanya temuan potongan tubuh berupa kaki yang diduga merupakan salah satu korban pesawat Sriwijaya SJ 182 yang jatuh di perairan kepulauan seribu, langsung mendatangi lokasi kejadian dengan melakukan indetifikasi,untuk kemudian langsung mengevakuasi untuk membawanya ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta.

“Benar kami mendapat laporan dari nelayan adanya temuan potongan tubuh berupa kaki manusia yang tersangkut di pepohonan di perairan pantai laut muara gembong” terang Kapolsek Muara Gembong AKP Dhana Dhono Vhernandie.

“kami belum dapat menyimpulkan apakan potongan tubuh berupa kaki tersebut merupakan korban pesawat Sriwijaya SJ 182 yang jatuh di perairan kepulauan seribu,untuk itu kami langsung membawa ke rumah sakit polri Kramat jati Jakarta,untuk di lakukan otopsi”tandes Dhana Dhono Vhernandie.

Beredar Video Hoak, H.Jamaludin Akan Lapor Polisi

KABUPATEN BEKASI || Pemindahan makam oleh pihak keluarga salah satu tokoh di tanah wakaf (Makam Pohon Sambi) salah satu milik keluarga salah satu cakades Desa Tanjung Sari, yang belum lama ini usai. Minggu (17/01/2021).

Pembongkaran yang dilakukan langsung oleh pihak keluarga mulai pagi sampai siang hari dengan di saksikan oleh seluruh pihak keluarga dan masyarakat sekitar.

Pembongkaran ini menjadi polemik karena beredar isu di masyarakat bahwa pembongkaran makam tersebut dilakukan akibat dari kekalahan salah satu cakades Desa Tanjung sari pada beberapa waktu yang lalu.

Pihak keluarga pada saat di konfirmasi mengatakan ini hasil musyawarah keluarga jangan di sebar luaskan karena ini hanya pindahan ke area makam keluarga saja tidak karena ada hal yang lain“Kami pihak keluarga sudah tenang dan jangan di besar – besarkan dan jangan disebar luaskan,” ujar salah satu keluarga.

Pembongkaran makam tersebut menjadi polemik karena adanya salah satu konten yang beredar di medsos karena isu yang beredar bahwa pembongkaran ini karena kekalahan dari salah satu cakades Desa Tanjung Sari H.Jamaludin dan para awak media pun langsung mencoba konfirmasi H.Jamalaudin di kediamannya.H.Jamaludin pun menerima rekan media yang hendak mengklarifikasi bahwasanya, tentang beredarnya isu yang menerangkan bahwa pembongkaran makam tersebut ada kaitanya dengan kekalahan dirinya pada kontestasi pilkades yang sudah beredar pada salah satu konten youtube.

“ngga bener itu! Saya saja baru tahu setelah ada yang ngirim link youtube melalui pesan WA, Memang benar makam pohon sambi itu adalah wakaf dari orang tua saya dan pembongkaran makam yang tadi pagi itu saya tidak pernah minta untuk dibongkar.” Ucap H.JamaludinH.Jamaludin juga menegaskan bahwa makam yang ga ada masalah apa -apa, Tapi kalau ada yang mau makamin disitu bagi masyarakat sekitar yang mau memakamkan disitu harus konfirmasi terlebih dahulu kepada keluarga saya, karena makam pohon sambi itu sebenarnya hanya untuk pemakaman keluarga.Terkait masalah konten youtube yang sudah beredar tersebut, H.Jamaludin bersama keluarga yang merasa tersudutkan akan membawanya ke ranah hukum.“ Saya akan laporin akun medsos yang menyebar kabar terkait pembongkaran makam yang di kaitkan dengan saya. Terlebih oknum yang bersangkutan tidak konfirmasi terlebih dahulu terhadap saya. Saya merasa di rugikan,” pungkas H. Jamaludin

Pelantikan Pengurus MWC NU Kecamatan Sukawangi Masa Khidmat 2018-2023

Kabupaten Bekasi – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sukawangi Mengadakan Pelantikan Pengurus MWC NU Kec. Sukawangi, Kabupaten Bekasi Masa Khidmat 2018-2023, yang bertempat di Aula kecamatan Sukawangi, Desa Sukawangi Kab. Bekasi Jum’at, 15 Januari 2021 pada pukul 14.03.

Hadir pada kesempatan itu langsung Rais Syuriah PC NU Kab. Bekasi (KH. Muhammad Syam’un),Ketua Tanfidziyah PC NU Kab. Bekasi (Drs KH. Komarudin, MM) serta Sekretaris PC NU Kab. Bekasi (KH. Sarif Bunarif, S.Pd.I), Danramil, Kapolsek,Camat Sukawangi,Tamu undangan banom NU seperti PAC GP Ansor, PAC IPNU, PAC IPPNU, PAC Fatayat serta Para Tokoh Masyarakat dan Para Peserta Pengurus yang dilantik.

Pelantikan ini menerapakan Protokol Kesehatan Ketat karena memang kegiatan ini dilaksanakan dimasa Keadaan Pandemi Covid-19, maka dari itu Panitia menyiapkan peralatan pengecekan kesehatan secara maksimal agar para peserta dan tamu undangan dapat mengikuti kegiatan ini dengan khidmat.Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan lagu Ya lal Wathon, prakata panitia.

Acara dilanjutkan dengan prosesi pelantikan berupa pembacaan SK dan kata-kata pelantikan oleh Pengurus Cabang NU Kab. Bekasi, kemudian sambutan dari Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Sukawangi sambutan Ketua Tanfidziyah PC NU Kab. Bekasi.Ketua Tanfidziyah PC NU Kab. Bekasi KH. Komarudin mengatakan dalam sambutannya mengharapkan agar seluruh pengurus MWC NU Kecamatan Sukawangi yang baru saja dilantik diberi kekuatan lahir batin untuk menggerakan roda organisasi, untuk menjalankan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga organisasi Nahdlatul Ulama serta bisa bekerjasama dengan para banom NU yang ada diwilayahnya.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Sukawangi (Ust. Sulaiman) mengatakan dalam sambutannya mengajak para banom NU di Kec. Sukawangi untuk dapat bekerjasama menghidupkan NU dikec. Sukawangi karena NU adalah milik kita bersama bukan milik sebagian orang atau milik individu.“Selain itu Ketua PAC GP Ansor Kec. Sukawangi sekaligus Ketua Panitia Pelaksana (Sahabat Achmad Daud) dalam sambutannya pun mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sukawangi, lebih khusus para tamu undangan yang telah dapat hadir untuk dapat mensukseskan acara ini, dan para banom NU yang berkontribusi penuh dalam kegiatan ini,”katanya.Acara dilanjutkan dengan doa oleh Wakil Ketua Rais Syuriyah MWC NU Kec. Sukawangi (Kyai Ahmad Sayuthi,S.Pd.I,) dan terakhir dokumentasi dan makan bersama.(BR)

Juru Parkir Dibacok,Diduga Menggoda Pacar Pelaku Di Minimarket Kampung Sukamantri.

Kabupaten Bekasi – Menurut saksi di TKP Kejadian dipicu diduga korban menggoda pacar dari pelaku di Minimarket Kampung Sukamantri Desa Sukaraya Kecamatan Karangbahagia Kabupaten Bekasi tepatnya di Jl raya Cikarang Sukatani (Jalan Cagak). Jumat (8/01/20)

Tak Terima digoda,sang pacar mengadu kepada kekasihnya ( Pelaku ) Sekira pukul 20.30 WIB pelaku akhirnya mendatangi juru parkir tersebut bersama 3 orang temannya di Minimarket tersebut.

Terjadi cekcok mulut antara korban dan pelaku, Tidak lama kemudian pelaku mengeluarkan Celurit dari dalam jaket pelaku, jelas terlihat di CCTV yang telah beredar.

” Dua Motor mendatangi kami yang sedang menjaga parkir di Minimarket dan mendatangi korban ( yang menggoda pacarnya) terjadilah adu mulut, tidak lama kemudian pelaku mengeluarkan sajam. ” Ungkap Otek Saksi saat kejadian.

“Korban sempat melawan bersama teman-teman di parkiran tersebut dan pelaku melarikan diri bersama teman temannya dengan menggunakan sepeda motor. Korban dilarikan ke klinik terdekat, mengalami luka bacok di bagian lengan dan paha korban.

Kecurangan Pilkades Tanjungsari Ditanggapi Bupati, Pelantikan Ditunda?

Gugatan Kecurangan Pilkades Tanjungsari Diterima Bupati, Akankah Pelantikan Ditunda?

CIKARANG: Gugatan yang dilakukan oleh calon Kepala Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara, Jamaludin HR diterima oleh Bupati Bekasi.

Jamaludin menggugat lantaran mendapatkan sejumlah kecurangan pada Pilkades serentak yang berlangsung pada 20 Desember 2020.

Gugatannya diterima dalam surat perihal meminta Bupati Bekasi meninjau ulang Pilkades Tanjungsari tertanggal 23 Desember 2020.

Ada lima poin pada gugatan tersebut yakni panitia pilkades dalam mendistribusikan surat undangan pilkades sebagai calon nomor urut 3 tidak diberikan acuan data DPT. Sedangkan calon lain diberikan oleh panitia. Sehingga oknum tersebut mengundurkan diri setelah adanya peristiwa itu.

Dugaan panitia pilkades menipulasi DPT yang tidak sesuai dengan hasil kesepakatan bersama calon kepala desa.

Dugaan tindak pidana yang dilakukan panitia pilkades terhadap pembakaran hak politik demokrasi masyarakat berdasarkan pasal 351 UU No 7 tahun 2017.

Dugaan suap yang dilakukan calon kepala desa nomor urut 5 kepada panitia pelaksana pilkades.

Panitia pilkades tidak transparan dengan a) arsip data by name dan by address yang dibakar panitia pelaksana pilkades tidak diberikan oleh panitia kepada kami sebagai peserta/calon Kades Tanjungsari. b) arsip data terdistribusinya 6.250 surat undangan pemilihan kades. c) arsip data tidak terdistribusinya 960 surat undangan pemilihan kades.

Atas diterimanya gugatan itu, Calon Kades Tanjungsari Jamaludin HR pun bersyukur sengketa pilkades direspon baik.

“Alhamdulillah, hasil dari gugatan sengketa pilkades pada 20 Desember 2020 diterima dan dijalankan oleh Bupati,” tuturnya kepada awak media Jumat (8/1/2021) malam.

Adapun hasil gugatan itu diterima dalam rapat penyelesaian sengketa pilkades di Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Bekasi pada Jumat (8/1/2021).

Turut hadir dalam rapat sengketa pilkades Tanjungsari yakni perwakilan Polres Metro Bekasi, Kodim 0509, Kejaksaan Cikarang juga BPD dan panitia pilkades.

Jamaludin akan membawa perkara ini ke ranah hukum terkait manipulasi data dan kasus penyuapan.

“Tentunya ini merupakan kerugian moral dan moril bagi saya pribadi maupun masyarakat Tanjungsari, sehingga saya laporkan sengketa pilkades ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ketua BPD Tanjungsari Asep Saepudin mengatakan, manipulasi data terkait DPT akhir yang disaksikan dan ditandatangani oleh setiap calon kades juga diserahkan ke 15 TPS.

“Disitu saya menanyakan hard copy dari panitia untuk kami kroscek apakah ada kesalahan antara DPT akhir dan DPT yang disebarkan di setiap TPS. Karena disitu ada 960 surat undangan yang tidak tersebar. Artinya, di setiap TPS itu ada yang meninggal, pindah dan tidak ditemukan,” kata Asep.

“Munurut kami bahwa 960 yang data dari panitia pilkades seharusnya dari setiap RT itu (door to door) tidak sampai 960. Artinya, human error tidak mungkin sampai 960.

Ada apa ini dengan jedah waktu dari pendataan sampai penyebaran undangan,” kata Asep saat menyampaikan indikasi kecurangan pilkades di rapat BPMD Kabupaten Bekasi.

Ia juga mengungkapkan pengakuan dari salah satu panitia pilkades yang menerima uang suap sebesar Rp20 juta dari calon kades nomor urut 5 (pemenang pilkades).

Dari pemaparan itu, pihak kepolisian, TNI, dan kejaksaan mengapresiasi tuntutan sengketa pilkades terhadap kecurangan yang dilakukan calon kades nomor 5.

“Hasilnya saya harapkan pilkades Tanjungsari diulang dan bupati menunda pelantikan,” pungkas Asep.

Diketahui, pemilihan kepala desa Tanjungsari terdapat lima calon kades diantaranya nomor urut 1 M. Sidik, nomor urut 2 M. Dahlan, nomor urut 3 no.3 Jmaludin HR, nomor urut 4 Juardi dan nomor urut 5 Rojali.

Dalam pilkdes Tanjungsari, nomor urut 5 Rojali unggul dari empat calon kades lainnya. Namun kemenangan cakades Rojali mendapat gugatan dari calon kades Jamaludin.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga bersama salah satu Calon Kepala Desa Tanjungsari Jamaludin HR mendatabgi kantor Aula Desa Tanjungsari guna memprotes kinerja panitia pilkades. Pasalnya, cakades tersebut belum mendapatkan surat undangan dari panitia pilkades.

Protes itu, warga menduga salah satu anggota panitia pilkades tidak netral. Pasalnya, ditemukan beberapa warga yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk mendapatkan surat undangan. Dari 7.210 orang yang terdaftar memiliki hak pilih, ada 44 orang pemilih yang belum mendapatkan surat undangan tersebut.

Cakades nomor urut 3 Jamaludin mengaku kecewa lantaran belum mendapatkan undangan untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS. Menurutnya, meski sebagai cakades, ia juga memiliki hak pilih yang sama seperti calon lainnya yang telah menerima surat undangan sejak Jumat siang.

“Ini jelas tidak adil, beberapa calon dan warga lainnya sudah menerima surat undangan, kenapa saya dan beberapa warga masih belum terima. Jangan sampai paniia ada yang bekerja secara tidak netral,” ungkap Jamaludin saat ditemui di Kantor Desa Tanjubgsari, Jumat (18/12/2020).

Edi Ependi, Ketua Panitia Pilkades Tanjungsari dalam kererangannya nengatakan, dala hal imi terjadi kesalahpahaman dalam menyebar undangan tersebut oleh anggotanya, dan pihaknya akan segera menyelesaikan undangan yang masih tersisa.

“Belum waktunya DPT dibagikan sudah dibagikan, sehingga terjadi kesalahpahaman antara kami panitia, warga serta calon nomor urut 3,” jelasnya.

Aksi prites warga tersebut berukung dengan pengunduran diri Samsuri, salah satu anggota panitia yang dianggap tidak netral dan bertanggungjawab atas terjadi hal tersebut. ***

Kasus Pengeroyokan di Batiqa Hotel Jababeka, Polsek Cikarang Selatan Gelar Konferensi Pers

Polsek Cikarang Barat Gelar Konferensi Pers Pengeroyokan Di Batiqa Hotel Jababeka Cikarang Selatan

Kepolisian Resort (Polsek) Cikarang Selatan telah menangkap tiga pelaku pengeroyokan terhadap dua karyawan Batiqa Hotel Jababeka pada Minggu (3/1/2021) dini hari.

“Tiga pelaku sudah kami amankan,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombespol Hendra Gunawan saat konferensi pers dengan Awak Media, Rabu (6/1/2021).

Dengan barang bukti yang di aman berupa
1,(1)satu buah Flashdisk yang berisi rekaman CCTV
2.(1)satu kaos oblong berwarna merah (kaos korban)
3.(1)satu buah pecahan cover lampu meja
4.(1)satu lembar surat pernyataan yang dibuat oleh korban Ade.Antonius Heru
5.(1)satu buah tas selempang
6.(3)tiga buah kaos warna hitam (milik pelaku)

Diketahui tiga pelaku pengeroyokan yakni AM (pelaku utama), S dan YD.
Dan akan dikenakan pasal 170 ayat (1),(2) KUHP Ke 1 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara

Kapolres menegaskan terkait pengeroyokan korban Antonius Heru (executif chif) tidak ada keterlibatan aparat TNI-Polri yang diberitakan media sebelumnya.

“Betul ada aparat di sana, tapi untuk merelai. Polisi juga sudah minta keterangan dari saksi-saksi dan korban,” ucapnya.

Kejadian itu berawal ketika delapan orang tamu datang ke Batiqa Hotel Jababeka sekitar pukul 02.00 pagi pada 3 Januari 2021. Diketahui, tujuh pria dan satu wanita yang saat itu datang dalam keadaan mabuk.

Pada saat itu, mereka memesan salah satu kamar untuk mengistirahatkan si tamu wanita. Tak berapa lama kemudian, ketujuh tamu pria tersebut datang ke konter Front Office dan menyampaikan bahwa mereka ingin mengorder minuman dari Fresqa Bistro.

“Kemudian dijelaskan oleh Staff FO kami, Fauzi bahwa restoran kami sudah tutup, karena jam operasional restoran dalam masa pandemi adalah jam 11 malam,” terang Marketing Communiction Batiqa Hotel Jababeka Risda.

Namun ketujuh tamu tersebut bersih keras untuk memesan minuman dari restoran, maka dari itu Security Hotel yang sedang bertugas segera menghubungi Heru yang sedang ditugaskan sebagai MOD hari itu melalui whatsapp.

Saat itu juga Heru bergegas turun untuk menghandle permintaan ketujuh tamu tersebut. Kemudian Heru menjelaskan kepada tujuh tamu tersebut bahwa mereka sudah tidak dapat memesan lagi dari Fresqa Bistro karena sudah diluar jam operasional.

Namun mereka tetap bersih keras ingin konsum di area restoran. Lalu mereka meminta agar disediakan saja tempat untuk mereka minum dan minumannya mereka akan beli dari luar. Akhirnya, Heru meminta waktu sebentar ke kantornya (yang berada dibalik konter FO) untuk menghubungi General Manager Batiqa Hotel Jababeka, Gustaf Adolf.

Selang 3 menit, mereka meminta Heru keluar dan memaksa masuk ke kantor, tapi tidak berhasil karena dihalangi oleh Fauzi. Namun, saat hendak mereka masuk, Fauzi dipukuli oleh mereka.

Tak lama kemudian Heru keluar dari kantor, salah satu dari ketujuh pria tersebut menarik kerah bajunya sampai robek menuju ke area Game Corner, kemudian Heru didorong, dipukuli, ditendang dengan sadis sampai Heru terjatuh.

Tanpa ampun, para pelaku secara bergantian mengeroyok Heru yang pada saat itu tidak memberikan perlawanan. Kemudian Heru diminta untuk pulang oleh mereka, pada saat berjalan menuju area luar hotel, mereka tetap memukul, dan menendang Heru.

Pelaku mengklaim bahwa salah satu dari anggota mereka dari Korem dan Polres. Saat telah sampai di area luar hotel mereka pun melanjutkan aksi pengeroyokan terhadap Heru dan juga Fauzi.

“Terdapat dua anggota polisi berseragam datang karena dihubungi oleh para pelaku untuk membawa Heru ke polisi dengan tuduhan atas perilaku tidak sopan, kemudian datang juga security kawasan Jababeka, namun tidak ada satupun dari mereka yang menghentikan pengeroyokan tersebut,” ungkap Risda.

Kejadian ini berlangsung dari jam 02.25 WIB sampai dengan 03.30 WIB, Minggu dini hari. Saat itu kedua korban mengalami luka-luka dan lebam akibat pengeroyokan, dan sudah melakukan visum di Hosanna Medica Hospital.

Untuk diketahui, Heru telah melaporkan peristiwa pengeroyokan itu ke Polsek Cikarang Selatan pada Minggu, 3 Januari 2021 sekitar pukul 13.00 WIB, dengan surat Laporan bernomor: B/03-Ciksel/STPL/I/2021/Resto Bksi.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai